Angka 25

Ada apa dengan 25?

Memasuki usia seperempat abad, entah kenapa gw merasa takut. Ya takut, gundah, gelisah. Usia dimana tingkat kesabaran seseorang lebih tinggi diantara 24 tahun kebelakang. Emang sebenernya ada apa dengan angka 25?

Iya khusus gw, angka 25 itu bikin hati gw ciut. Pada tulisan gw sebelumnya(bagi yang baca) ini ada hubungannya. Tentang sosial gw sih pastinya. Tentang perjalanan hidup yang ga sesuai manusia normal lainnya. Jadi sebenernya gw pengen ngeshare ini, tgl 12 Nov lalu, 2 hari setelah gw genap 25 tahun, gw kaya dapet banget masukan-masukan, teguran, nasehat yang nga disengaja dateng bebarengan. Mulai dari cerita ke istiqomahan hijrah temen sendiri, temen yang mau nikah lewat ta’aruf, temen cowo yang udah khawatir banget sama usia gw yang 25 karena belum nikah, cerita temen yang udah punya rumah berpintu-pintu, cerita tentang temen yang punya side job, cerita temen yang hobby berbagi ilmu, dan kebaikan lain, dan terakhir cerita tentang kisah nyata orang-orang yang meninggal dengan keadaan yang tidak baik. See? Itu menurut gw udah kaya tegoran bertubi-tubi. Baik dari sisi sosial, finansial, maupun agama. Paket kompit yang harusnya gw renungin dan pikirin.

Gw udah bener-bener harus start buat memulai semuanya. Asli gw takut banget di usia gw yang sekarang. Ucapan, doa dan kue dari temen2 itu kayanya belum lengkap buat mengusir kegusaran gw. Ya Allah.. Jalan hidup yang seperti apa yang harus saya jalani setelah ini.

Disini ada yang punya masalah kaya gw nga? Boleh sharing berbagi pengalaman.

Iklan

Resign’s Schedule?

2017 adalah tahun yang sesuatu banget buat gue. Ya campur-campur sih ya rasanya. Yang paling berasa itu di kantor gue. Kantor pindah coy. Alhamdulillah.

Sebelumnya, gue tuh pengen banget tahu daerah Tangerang dan sekitarnya. And doa gue tercapai, kantor gue pindah ke BSD. Disini gw nga tau sama sekali nih mesti lewat mana, ya ampun, untung pas coffee morning pernah sekali sama mba irma, ngeraba-raba dan akhirnya sampe deh. Alhamdulillah.

Disini gue jadi tau nih Aeon Mall hahaha.

Sayangnya pindah kantor jadi banyak yang berencana pindah dan keluar alias resign. Temen2 yang dari daerah pusat, timur, Depok pada kelabakan. Capek. Kasian ya😥😣😟 apalagi mereka naik motor. Berasa banget kan kalo begitu huhu.

Mba Yanti. Orang deket gue yang pindah pertama, dapet kerja yang lebih baik. Dapet 3 tawaran sekaligus plus gaji lumayan.

Kalo mba yanti ini keluar bukan karena jauh, tapi ingin mendapatkan yang terbaik. Lebih baik dalam segala hal. Dan alhamdulillah kesampean.

Nah selanjutnya Pak Mahatir, resign juga karena “mungkin” menurut gue dia nga dapet feelnya kerja disini. Padahal Pak Mahatir baru sebulan.

Dan yang terakhir Mas Raya. Dia kecapean juga karena rumahnya di Pancoran dan harus kerja ke BSD. Dia drafter untuk project Anandamaya. Padahal sebelum pindah ke BSD dia bilang bakal jarang ke kantor, bahkan kalo bisa mending di Anandamaya aja seminggu (karena rumahnya deket situ) tapi kenyataannya dia harus ke BSD terus wkwkwkw. Dan dia udah dapet kerjaan baru sih.

Pas gue lagi di lantai 3, Mas Pur nyeletuk gini, “tinggal tunggu schedulenya aja win”

Dan kemaren Wulan bilang “apa gue resign aja ya, gue jenuh”

Dan nasib gue gimana? Gue males pindah kerja kalo cuma jadi karyawan lagi. Gue pengen punya penghasilan bulanan tp nga mesti banget jadi karyawan. Hmm jadi apa ya?

Ya tapi emang gini sih dunia kerja. Lu mau melanglang buana pun ya masalahnya cuma model-model gini aja, kalo ga bos nyebelin, temen kantor kang gosip, atau gaji kurang.

Yaa, untuk posisi kita saat ini better bersyukur lah ya, banyak banget, banget, banget orang yang berdoa pengen ada diposisi kita sekarang.

Alhamdulillah😊

Bad mind maru part 1

Sedang binggung dengan istilah teman baik atau teman pemanfaatan.

Jadi ceritanya gw itu seorang finance, gw itu sifat jeleknya terlalu dalam berfikir, so kadang tuh kalo mikir ke sekitaran gw “lah kok pada2 negor kalo naro bon doang sih” kadang suka tuh gw mikir gitu, berlebihan nga sih? Berlebihan lah ya.

Disitu tuh kelemahan gw. Lemah banget. Gw masih jauh dah dari kata baik. Maapkuen ya.

Membaca, mengubah segalanya.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan”

Pesan pertama yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Mengapa membaca mengubah segalanya? Karena membaca membuka wawasan seseorang. Pernah saya membaca bahwa hal yang dapat mengubah sikap dan pola pikir seseorang dengan buku yang dibacanya. Dulu, sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar, guru saya bilang, “Kita itu sama, sama-sama sedang belajar, mengapa ibu dianggap lebih pintar? karena ibu sudah membaca materi yang ingin ibu sampaikan hari ini sejak kemarin-kemarin. Jika kalian melakukan hal yang sama seperti yang ibu lakukan, pasti kalian juga lebih pintar dari ibu” Begitu kurang lebihnya.

Zaman sekarang saya lihat pun banyak remaja kita yang gemar membaca, bedanya jaman bapak saya masih ada dulu yang kami baca adalah buku-buku, entah itu buku pelajaran, legenda, koran, buku fiksi, panduan dll. Kalau anak jaman sekarang yang dibaca itu caption instagram, comment-commentan instagram. Apakah itu salah? Jawabannya tergantung dimana posisi kita.

Saya banyak menemui orang-orang baru dilingkungan saya. Disini terlihat mana yang rajin membaca mana yang tidak. Mereka yang rajin membaca melihat suatu masalah dari berbagai aspek. Mereka terdengar mahir dalam menata kata saat berbicara. Dan mereka yang tidak rajin membaca hanya berfikir “Wahhh, si anu pinter ya” Selalu seperti itu yang saya dengar.

Padahal kita semua pintar, selama kita mau membaca, selama kita mau berfikir. Selama ada kemauan didalam diri kita untuk menjadi lebih baik.

Semoga kita semua termasuk dari hamba-hamba Allah yang rajin membaca dan memuliakan ilmu. Semoga tiada pudar semangat kita untuk mencari ilmu.

Aamiin.

 

 

 

Beban itu hilang

Dulu aku begitu terobsesi, begitu menggebu, tapi sekarang tidak. Terima kasih.

Hidup ku serba-serba. Serba harus mengikuti keadaan sosial yang kebiasaannya sudah mengakar.

Tamat SMA aku harus bekerja, saat bekerja aku harus bisa kuliah, saat kuliah aku harus sampai wisuda, aku harus menikah setelah gelar diterima, menggurus anak dan suami sampai seterusnya. Beban? Iya buat sebagian orang. Tapi banyak orang yang sukses mengikuti alur kehidupan itu. Terlihat mulus sampai sekarang. Sibuk menggurus anak-anak balitanya. 

Lalu apa masalahnya? Tidak ada masalah. Tidak. Apakah aku salah satu dari mereka yang mulus dengan alur hidupnya? Tidak. Tidak sama sekali. Semua alur kehidupanku berbelok, menabrak, dan berantakan. Aku bekerja, ya! Alhamdulillah. Aku kuliah? Iya. Awalnya. Tapi sekarang sudah tidak. Aku Gagal (Sekarang). Dan terakhir apakah aku sudah menikah? Dan sekali lagi aku jawab belum. Bagaimana? Hidupku tidak sesuai dengan kebiasaan sosial bukan? Lalu, apa dampak sosial yang aku terima? Ahhh sudah jangan ditanya. Kita semua tahu apa hidup bertetangga, bagaimana hidup di dunia sosial kita. Kau hebat jika tidak menggunjing sesama. Kau kuat jika mengacuhkan ucapan mereka. 

Apakah aku sedih? IYA. Pada awalnya, sekarang sudah tidak. Aku berusaha untuk realistis. Menjalani yang didepan mata. Aku mencoba kuat. Tersenyum dan belajar tenang. Naif bukan? Tapi beginilah aku sekarang. Semua pertanyaan mengapa? Kapan? Bagaimana? Sudah kenyang ku kunyah, ku telan, ku simpan lama-lama ditubuh ini. Di bagian paling krusial yang aku punya. Hati. Lalu bagaimana dengan sekarang? 

“Beban itu telah hilang” bukan karena aku sudah mulai bisa meraih satu persatu. Bukan. Sekali lagi bukan. Tapi karena aku dan orang yang paling keramat mencoba mengikhlaskan. Nafas ku begitu lega, lihat ku begitu terang. 

Saat itu pasti datang, Pasti. Tenang, Aku bukan  orang yang diam untuk menang. Aku masih bergerak, Aku masih punya impian, Aku masih punya harapan. Aku masih punya senyum bapak disini, aku masih punya rasa belaian terakhir tangan tua bapak di malam itu. Aku masih punya kekuatan bapak disini. Di hati yang sudah berantakan. 

Terima kasih karena sudah mulai menerima dan terus memberi aku waktu mencapai takdir terbaik Tuhan.

Terima kasih.

Senjaku kamu

Angin berhembus semilir, setiap mata terpejam, nampak semua kenangan mulai menghilang. 

Sekarang kita jauh. Sangat jauh. Sepertinya kau menjauh.

Aku, aku penggemar berat mu. Aku diam tenang. Aku hening dalam keramaian. Tapi aku ribut, aku ramai saat disana. Saat ada kamu. 

Kita bersama seperti mentari terbit, dan kau menjauh seperti senja itu. Senja yang ku lihat sore ini. Tanpa semilir angin dan tanpa kamu. 

Padahal terakhir itu, kita masih bertemu, sama-sama dengan niat menghadapNya. Berbicara seperlunya, tidak seperti biasanya. Kamu jauh. Kita menjauh. 

Seperti senja yang kulihat jauh. 

Senja itu kamu 🍁

15 Juli 2017

Menikahlah (Akad) by : Payung Teduh

Betapa bahagianya hatiku saat

Ku duduk berdua denganmu, Berjalan bersama mu,Menarilah denganku….


Namaun bila hari ini adalah yang terakhir 

Tapi ku tetap bahagia, selalu ku syukuri, begitulah adanya….

Namaun bila kau ingin sendiri,

Cepat-cepatlah sampaikan kepadaku,Agar ku tak berharap, dan buat kau bersedih….

Bila nanti saatnya tlah tiba, ku ingin kau menjadi  istriku…

Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan Berlarian kesana kemari dan tertawa, 

Namun bila saat berpisah tiba  izinkan ku menjaga dirimu, berdua menikmati pelukan diujung waktu, sudikah kau temani hidupku….


Lagu payung teduh paling baper hehe,,

Sangat menyentuh…

Laki-laki sepertiku di muka bumi ini jarang, sangat jarang. Jumlahnya bisa di hitung dengan jari. Percayalah, banyak laki-laki diluar sana tapi laki-laki sepertiku sangat jarang. Jika kau bertanya padaku kenapa, akan kujelaskan kepadamu. Aku memiliki rasa cinta dan malu. Antara engkau dan aku dibatasi oleh rasa malu dan cinta. Aku mencintai Rabbku melebihi dari segalanya. […]

melalui Ku Pinang Kau Dengan Bismillah — Sekolah Penulis Indonesia

Gue (masih) belom sadar

Sekarang gue lagi di ruang kerja gue, selalu berantakan dan gue nggak pernah tahu kapan bisa rapihnya. Gue sekarang lagi berfikir buat beli laptop baru, karena laptop lama gue keybordnya rusak, dan gue saranin banget-banget kalo mau beli barang-barang elektronik mending beli yang baru.Tapi tergantung yang punya sih. hihi

Kali ini gue pengen share tentang gue pribadi, kali aja ada yang bisa nolongin gue gitu ke hidup yang lebih baik, gue pengeeen banget sebenernya lelah lagi, lelah buat belajar, bekerja, ngaji, dan semua-semua yang melelahkan tapi bermakna dan menyenangkan. Sekarang itu gue ada difase dimana apapun yang gue lakuin itu melelahkan, gue  males banget cuma buat baca buku, males belajar, males buat ngelakuin ibadah-ibadah sunah dan ya gitu dah. Kerjaan gue juga banyak yang nggak fokus, banyak salah dan lain-lain, beda aja sama gue yang dulu, yang walaupun banyak kegiatan tapi gue masih bisa fokus dan kerja dengan konsen. sekarang itu jadwal gue pulang kerja ya cuma tidur makanya berat badan gue sekarang bisa nyampe ke angka 80 kg (naik turun sih, tapi nggak pernah dibawah 75 kg). Buat masalah ibadah gue kurang banget deh sama gue yang dulu-dulu. kira-kira gue  kenapa ya? Gue kaya nggak punya tuntutan buat hidup better than now, nga ada tuh semangat didiri gue buat memperbaiki hidup jadi lebih baik. 

Dan sekarang ini gue juga agak berat kalo mau pergi-pergian, apalagi kalo nyokap gue sendiri. Sekarang ini gue sering loh absen pas temen-temen pada kumpul. Ya gitu dah pokoknya. Paling kerjaan gue biar ngak nyesel-nyesel amat tuh liatin yutub, baca blog orang-orang yang menurut gue “sesuatu”.

Gitu doang sih kisah gue, lebih kurangnya emang ada didiri gue. Semoga aja gue bisa dapet or ketemu orang yang klik yang emang dipilih Allah buat ngerubah hidup gue jadi lebih baik. Aamiin

Yey Wisudaan!! (temen)

Assalamu’alaikum,

Apa kabar temen-temen, hihi Hari ini gue mau share tentang cerita gue ditanggal 16 November 2016. Hari ini spesial banget, karena temen-temen gue wisuda. Alhamdulillah. 🙂 Dan seharusnya gue pun wisuda hari ini, cuma sayangnya gue tuh kebanyakan alesan pas kuliah jadi gue nunggak semester dan masih binggung mau lanjut apa nggak. Sedih sih, tapi gue harus tetep optimis bisa menyelesaikan apa yang udah gue mulai. Bissmillah. Doain ya.

Tanggal 16 Nov 16 itu jatuh pada hari rabu, harinya kerja. Dan gue udah sounding manager gue buat cuti dari seminggu yang lalu. Hahahaha. Dan alhamdulillahnya gue diijinin, yes! Di rabu pagi itu hectic banget. Soalnya gue harus nyuci dulu, terus jam 10 gw harus udah pergi lagi ngambil souvenir buat temen-temen gue. Oiya btw, gue itu ber-7 dan rencananya kita-kita pengen bikin souvenir buat kenang-kenangan.

Sesuatu yang menarik itu adalah ketika gue ambil souvenir pesenan gue, dimana gue harus ke Ciledug dulu muter-muter perumahan Gang Masjid buat nyari alamat tuh bapak. Kenapa gue sesibuk itu, karena gue miskomunikasi sama dia hahaha. Oiya FYI aja nih, gue keliling-keliling gitu nga pake sarung tangan, can you imagine?

Setelah semua selesai gue langsung cuz ke TMII, acaranya di Gedung Sasono TMII. Nggak tahu kenapa gue ngerasa perjalanan gw kesana tuh jauh banget alias nggak nyampe-nyampe. Mungkin karena gue buru-buru kali ya, soalnya gue start kesana tuh jam 11.30 sedangkan acaranya selesai itu jam 1an, gue khawatir aja gitu nga bisa ketemu sama mereka hiks. But, Allah berkehendak lain, pas gue sampe sana ternyata bener mereka udah selesai. Kondisi gue tuh hauuuuuuuuuuuuuuuusss banget, banget, banget. Gue belum sempet minum, yang gue fokusin cuma nyari temen gue aja. Dan parahnya, pas gue call temen-temen gue, signal hape gue kacrut banget. Untuk gue pake provider lain dihape itu. Gue masih selamet. Alhamdulillah. Gue berdiri aja di pintu keluar tapi gue nggak ketemu sama temen-temen gue. Mulai hopeless akhirnya gue ngobrol aja sama tukang bunga wisudaan. Hahahahaha.

Nggak lama, satu sahabat gue keluar ahhhhh, surgaa bener dah saat itu senengnya bukan main dah gue, tapi dia nya malah biasa aja, malah linglung nyari keluarganya. hadeeehhh. Akhirnya gue bisa menghubungi temen gue yang lain dan gue samperin aja mereka, dan ternyata pas gue lagi nyari temen gue, satu per satu gue ketemu sama sahabat gue, ihhhiiiiiiyyyyy….

Dan dari situ gue mikir, oiya pantesan Allah ketemuin gue sama temen yang sibuk nyari keluarganya, ternyata setelah itu gue ketemu sahabat-sahabat gw. Dan goals nya wisuda pun tercapai, yaitu FOTO BARENG. Hahaha.

Kenapa gue bisa selebay ini, karena gue sering banget gitu denger kalo temen-temen yang lain tuh banyak yang nggak ketemu satu sama lain, saking banyaknya wisudawan dan  kelurga masing-masing. Lebay kan gue. Hahaha.